Sabtu, 28 November 2009

Tuk saudara seperjuanganKu “FAJRIA”

Tepat dihari pertama kubertemu dengan Mu…
Dimana kaw menyapa ku…
Dinamika yang kita lalui bersama yang tak mampu ku perkirakan dari mana semua perkenalan kita bermula..

Sosok seorang “FAJRI DIENI UTAMI” yang mengagumkan…
Sosok seorang wanita tomboy yang selalu berusa keras tuk apa yang ingin ia gapai…
Tak banyak kaum muda yang memiliki semangat yang menggebu2 dan mw belajar bahkan mw memberikan kontribusi tuk orang lain….

Kw yang terdahulu tak memiliki sifat borjuasi kecil dan kini memiliki keberpihakan terhadap kaum2 tertindas…
Meski tak banyak waktu luang yang kaw beri tuk berdinamika di tingkat kampus…
Meski kaw harus dihadapkan pada kondisi yang menyudutkanMu…
Namun kw mampu bertahan bahkan perlahan2 bangkit dari keterpurukanMu…

Saat ini kita memang tak satu dalam wadah perjuangan karena itu adl jalan yang kw pilih…
Namun ku meyakini bakwa kaw masih tetap sama….
Satu perspektif yang sama, yaitu tetap melakukan penyadaran terhadap massa…
Karena pilihan itu adalah harga mati….

Ku menyadari ku tak mampu seperti dulu lagi, karena keterbatasanku yang tak dapat mengontrol bahkan menjalin komunikasi rutin bersamaMu…
Namun itulah kondisi yang tak pernah kuharapkan bahkan tak kuduga….

Bahagianya aku saat kaw berhasil masuk dalam salah satu perusahaan yang menjadikanMu menjadi seorang wartawati..
Karena dimalam sebelumnya kw bertanya padaku “vLyn gmn ceh cara menulis”….
Dengan simpel kijawab pertanyaan mu itu…

Namun betapa sedihnya aku ketika melihat kondisiMu kini…
Kondisi dmn kaw kehilangan orang terdekatMu…
Hingga membuatMu menjadi down….
Tidak menjadi dirimu sendiri….
Kaw kini yang tak seperti kuduga…
Kini kaw kembali kemasa-masa itu….
kesuatu masa yang akupun sangat menyayangkan hal demikian...

Memang sangatlah sulit menerima kenyataan jikalau orang yang kita sayangi pergi meninggalkan kita tuk selamanya…
Namun akan sangat sedih orang yang meninggalkan kita jikalau melihat kehidupan kita menjadi tak karuan bahkan tak menghargai hidup…..

Jangan pernah berfikir tanpa ia kita akan jatuh maupun hampa…
Hingga menyianyiakan hidup…

Coba pahami jikalau mereka yang telah tiada itu mempunyai pilihan “mereka lebih memilih tuk hidup dan melakukan yang terbaik, memberikan kontribusi tuk orang2 disekitar mereka….”
Tetapi mengapa kaw kini menyianyiakan kehidupanmu…!

Bangkitlah dari keterpurukanmu….
Semangatlah kawan tuk hadapi hari esok….
Krn kumeyakini bahwa kaw mampu tuk mengubah kondisi tersebut…..

Epyne_88@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar